Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Shoting di Kampung Marketer, Purbalingga (Bag. 3)

Gambar
Hahahaha.. Saya ketawa dulu, ya. Hahahaha Soalnya kalau ingat ini antara lucu, gemes dan ada kecewa sama manis-manisnya gitu. Ini cerita ketiga, mungkin bakal jadi serial terakhir untuk cerita ini. Agak gimana gitu sih... Okee... Jadi, kemarin saya sudah bilang, kalau kami ini juara. Beritanya di sini . Saya sudah senang kan, sudah bahagia, bakal nikah nih. Kan kemarin sempat nadzar kalau dapat juara 1 akan menikah, eh, nasib ya, batal juara satu. Jadi sangat komplisi banget, dan saya lagi nggak mau bikin drama di sini. Kamu baca sendiri di sini ulasan ralat juaranya. Eh, kami akhirnya dapat ganti yang lebih yoi deng. Video yang kami buat, akhirnya lolos kurasi ke SCTV Award tahun 2018. Dan..... salah satu rekan kami diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif kategori Teknologi. Ini beberapa foto ketika rekan kami ada di TV Nasional :-B muka tegang nunggu pengumuman mas nofi pas di TV, hasil video olahan...

Shoting di Kampung Marketer, Purbalingga (Bag. 2)

Gambar
Setelah menempuh perjalanan lebih dari 8 – 9   jam, akhirnya kami sampai di lokasi. Kampung Marketer. Sebuah rumah besar berwarna abu-abu, menyambut kami. Kami disambut oleh tuan rumah dengan sangat ramah, kami dijamu makan malam ramah tamah, sebelum akhirnya kami istirahat. Sebagai persiapan besok kita baru akan memulai pengambilan gambar. 5 April 2018, kami sudah di rumah Mas Nofi. Pemilik Kampung Marketer. Masih muda, jenggotnya tipis menjuntai, kaosnya “I AM MAKE MONEY WITH FB”, di ruang bawah tanah rumahnya kami berdiskusi tentang alur yang akan kami bawa. Pertama kali datang ke rumah beliau, kesan saya adalah ini orang pemiliknya imannya kuat. Nggak tahu itu muncul begitu saja dalam hati. Rumah ini dikelilingi sawah dan perbukitan yang amat sangat hijau. Kebetulan, waktu itu baru masa tanam. Mungkin baru berumur dua minggu atau lebih. Beberapa petak sawah sudah di panen. Setelah sarapan, kami memulai hari itu dengan priper semua perlengkapan. Sembari menanti matahari ...

Shoting di Kampung Marketer, Purbalingga. (Bag. 1)

Gambar
Hai, saya Tory. Saya suka jalan-jalan dan suka menyendiri. Tapi bukan anti sosial ya? Saya hanya suka sepi. Menulis adalah salah satu hobi saya, buku pertama saya adalah Mencari Sebuah Titik. Terbit tahun 2015 lalu. Saat ini saya sedang menjadi asisten penulis dan pengelola Kedai Kata, Kedai Kata adalah sebuah kafe di desa yang bisa melayani curhat setiap pengunjungnya. Saat ini memasuki tahun kedua, baik bagi saya ataupun usia di Kedai Kata. sepertinya ini hari kedua, pas di depan rumah mas Nofi Dan ini adalah cerita tentang hobi saya yang lain, tentang videografi dan fotografi. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sebuah perjalanan senang-senang dengan misi belajar dan liputan. Lebih khusus lagi, liputan ini kami gunakan untuk mengikuti kompetisi video yang yang diselenggarakan kumparan dan BNI Taplus. Total hadiahnya 50 juta rupiah! Itu uang gede dan bisa buat biaya nikah, lho! Ahahaha... Nah, sebelum rencana perjalanan ini k...

Gara-gara Gusdur (bagian 2)

Ini bagian kedua dari cerita tentang pertemuan saya dengan Pak Agung BH. Kalau ketinggalan, ada di sini. Saya tulis di H+4 Lebaran, 4 atau 5 syawal ya? Pokoknya itu. Saya kebelet. Pengen pipis. Dan merasa bahawa pemaparan dari Eka Kurniawan sudah cukup ditambah dengan beberapa pertanyaan yang saya simak, saya ikhlas meninggalkan majlis ilmu penting ini. Toh, saya masih bisa mendengar sayup-sayup dari balik pintu kamar kecil. Gemericik air kran menjadi pengiring sesi tanya jawab yang semakin riuh. Itu cafe sebenarnya ruanganya terbuka, tur ya lebar tenan. Tapi karena kapasitas makhluk yang malam itu pengen ketemu Eka Kurniawan sedang tinggi-tingginya, jadi sesak dan panas. Maka saya putuskan untuk melipir nyari kopi atau makanan di tempat yang sama.  Tapi ya gitu, entah malam itu mungkin telah terjadi ketimpangan ekonomi. Di mana permintaan dan penawaran nggak seimbang. Yang melayani sama yang beli banyakan yang beli. Hal demikian mengakibatkan kopi yang kurindukan itu...