DUA PEMIMPI (bag. 1)
"Hei.. kalian kembar?" "Hei.. kalian kakak-adek?" Dua kalimat yang selalu saya dengar ketika bersama Zuhri. Sahabatku. Kita bertemu di Magistra Utama Solo. Saya adalah peserta program pendidikan satu tahun, 2008 lalu. Sebuah tempat bermimpi dan berani untuk mewujudkan mimpi. Tulisan ini untuk mengenang kembali perjalanan kami. Berdua. Mulai dari bagaimana awal kami berkenalan hingga semalam, untuk kesekian kalinya. Kami menyempatkan diri untuk bertemu. Ngobrol sesuatu yang kadang nggak penting, meskipun ujungnya tetap sama. Jadi wadah curhat. Kami nggak sadar kalau kami adalah 'kembar'. Sampai ketika beberapa teman dan instruktur mengatakan hal yang sama. "Kalian kembar?" Dengan muka aneh mereka. Lalu kami saling tatap dan tertawa, "Jika ada lagi yang bilang,dapat piring cantik!". Itu kelakar kami. Dua temanku selain Zuhri yang sama-sama berjuang pada lembaga yang sama adalah Ngatman dan Haryanto. Kami berempat pernah tinggal di sat...